topik: Hari-hari lain dalam kalender Kristen
Apakah Jepang punya Hari-hari lain dalam kalender Kristen?
Tidak dirayakan di sini
Undang-Undang Hari Libur Nasional Jepang (UU Nomor 178 Tahun 1948) memuat enam belas hari libur, dan semuanya dinamai menurut musim, keluarga kekaisaran, atau kehidupan warga — Tahun Baru, Hari Kedewasaan, Hari Pendirian Negara, Hari Peringatan Konstitusi, Hari Anak, Hari Laut, Hari Gunung, Hari Menghormati Lansia, ekuinoks musim semi dan musim gugur, Hari Kebudayaan, Hari Syukur Buruh, Hari Ulang Tahun Kaisar. Tak satu pun bersifat keagamaan. Kata Kristus, kebangkitan, maupun Natal tidak muncul dalam naskah undang-undangnya. Gereja di Jepang tetap menggelar ibadah Rabu Abu dan Jumat Agung, dan Natal komersial pun ramai, tetapi tak satu pun hari itu berstatus libur menurut hukum.
Apa tema ini?
Di luar Natal dan Paskah, perhitungan Paskah yang sama masih melahirkan serangkaian hari: Rabu Abu, Jumat Agung, Kenaikan, Pentakosta, dan Corpus Christi. Sejauh mana sebuah kalender nasional mengikuti rangkaian itu berbeda-beda secara ekstrem. Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, menjadikan Jumat Agung maupun Kenaikan sebagai hari libur nasional dan bahkan menambah cuti bersama sesudah Kenaikan. Brasil, negara Katolik terbesar, di tingkat federal hanya memperlakukan Corpus Christi sebagai hari kerja opsional, bukan hari libur resmi — ia baru menjadi libur sungguhan di kota yang dewannya membuat peraturan sendiri. Daftar sebelas hari libur federal Amerika Serikat memuat tepat satu hari Kristen, yaitu Natal. Pentakosta tidak muncul di mana pun: ia selalu jatuh pada hari Minggu.
Sumber dan tanggal
Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.