Bagaimana Jepang menjalani Panen dan Rasa Syukur?
勤労感謝の日
- Tanggal setempat
- 23 November 2026
- Kapan?
- 23 November (tetap menurut kalender Masehi)
Di Jepang, 23 November adalah hari libur nasional Kinro Kansha no Hi, yang tujuannya dinyatakan sebagai menghormati kerja, merayakan produksi, dan saling berterima kasih. Tanggal itu sebelumnya adalah Niiname-sai, ritual kekaisaran ketika Kaisar mempersembahkan gabah baru kepada para dewa. Ketika undang-undang hari libur pascaperang disusun, tanggalnya dipertahankan dan subjeknya ditukar: ritual panen kekaisaran menjadi hari ketika seluruh rakyat saling berterima kasih atas kerja masing-masing. Panen tidak lenyap dari hari raya itu, tetapi diberi nama baru: 'produksi'. Tanggal 23 November jauh lebih tua daripada nama hari liburnya: semula ia ritual syukur panen ketika kaisar mempersembahkan dan mencicipi bulir baru tahun itu. Undang-Undang Hari Libur Nasional 1948 menuliskannya kembali sebagai Hari Syukur Buruh, naskahnya berbicara tentang memuliakan kerja, merayakan produksi, dan warga saling berterima kasih — sasaran syukurnya berpindah dari padi ke pekerjaan, sementara tanggalnya tak bergeser sehari pun. Kotak yang sama berganti isi, dan pada tabel hari libur itu baris yang mudah terlewat dibaca.
Apa tema ini?
Apakah panen menjadi hari raya, dan siapa yang berhak mendefinisikannya, dijawab dengan lima cara berbeda: Amerika Serikat membangun hari libur federal di seputar meja makan keluarga; Pongal di India ditentukan kalender Tamil dan masuknya matahari ke Makara, dan periuk nasinya adalah ritualnya sendiri; Brasil mengaitkannya dengan tiga hari santo di bulan Juni; Tiongkok daratan menciptakan hari raya petani lewat persetujuan Dewan Negara pada 2018; dan Jepang menulis ulang ritual panen kekaisaran pra-perang menjadi hari nasional untuk berterima kasih atas kerja.
Sumber dan tanggal
Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.