aeiou.now

topik: Perpisahan dan Pemakaman

Bagaimana Taiwan menjalani Perpisahan dan Pemakaman?

Topik keseharian

Di Taiwan kematian harus dicatatkan dalam tiga puluh hari menurut Undang-Undang Pencatatan Penduduk: surat keterangan kematian lebih dulu, lalu pencatatan di kantor pencatatan penduduk, dan baru setelah itu salinan yang diperlukan untuk waris dan pembatalan catatan bisa diperoleh. Bentuk pemakamannya sendiri sangat beragam — Buddha, Tao, Katolik, Protestan, dan kepercayaan rakyat masing-masing berbeda — dan urutan hari ketujuh, hari keseratus, peringatan setahun, serta penyatuan papan arwah masih dijalani banyak keluarga, meski upacara perpisahan yang disederhanakan kian umum. Ritual tiap tujuh hari, hari keseratus, peringatan setahun, dan penyatuan papan arwah masing-masing punya saatnya, sehingga kematian bukanlah satu hari melainkan jadwal yang terentang satu dua tahun.

Apa tema ini?

Pemakaman berjalan menurut dua waktu: waktu administratif dan waktu keluarga atau agama. Jepang umumnya mensyaratkan menunggu 24 jam sebelum kremasi atau pemakaman; Taiwan memberi batas 30 hari untuk mendaftarkan kematian, India 21 hari, sedangkan Brasil sering menyelesaikan pelayatan dan pemakaman dalam 24 jam. Komunitas Muslim di Indonesia biasanya memakamkan pada hari yang sama atau berikutnya, sementara ngaben Bali dapat ditunda berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Aturan kartu keluarga dan kremasi di Tiongkok daratan, serta sertifikat kematian menurut negara bagian di Amerika Serikat, ikut membentuk jadwal. Halaman ini memisahkan dokumen, waktu, dan cara berkabung.

Sumber dan tanggal

Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.