
Hari-hari dalam kalender Yahudi
Cara dunia merayakannyaRosh Hashanah, Yom Kippur, Paskah Yahudi, dan Hanukkah tidak menjadi hari libur nasional di negara mana pun — termasuk Amerika Serikat, tempat komunitas Yahudi terbesar di luar Israel, yang hari liburnya bagi pegawai federal ditetapkan undang-undang 5 U.S.C.
Jawaban singkat
| Negara | Kapan? | Cara tanggal ditetapkan |
|---|---|---|
| Indonesia | Tidak dirayakan di sini | Tidak ada di daftar resmi |
| Amerika Serikat · Rosh Hashanah | 12 September 2026 – 13 September 2026 | Tanggal 1 dan 2 bulan Tishrei dalam kalender Yahudi; 1 Tishrei tidak pernah jatuh pada hari Minggu, Rabu, atau Jumat. Tanggal Masehinya ditetapkan lewat perhitungan, bukan lewat pengamatan bulan. |
| Amerika Serikat · Yom Kippur | 21 September 2026 | Tanggal 10 bulan Tishrei dalam kalender Yahudi, yaitu hari kesepuluh setelah tahun baru. |
| Amerika Serikat · Hanukkah | 5 Desember 2026 – 12 Desember 2026 | Delapan hari sejak tanggal 25 bulan Kislev dalam kalender Yahudi, melintas hingga bulan Tevet. |
| Amerika Serikat · Passover (Pesach) | 22 April 2027 – 29 April 2027 | Mulai tanggal 15 bulan Nisan dalam kalender Yahudi; dijalani delapan hari di luar Israel. |
| Brasil | Tidak dirayakan di sini | Tidak ada di daftar resmi |
| Tiongkok | Tidak dirayakan di sini | Tidak ada di daftar resmi |
| India | Tidak dirayakan di sini | Tidak ada di daftar resmi |
| Jepang | Tidak dirayakan di sini | Tidak ada di daftar resmi |
| Taiwan | Tidak dirayakan di sini | Tidak ada di daftar resmi |
Tulis apa yang keliru dan apa yang benar — sertakan tautan sumber bila ada.
Dekat kamu
Belum ada data.
Acara terkait
Belum ada data.
Sekarang
Yang dibicarakan orang
Diskusi langsung belum tersedia
Baca topiknya dan coba kembali nanti.
Cara dunia merayakannya
- 12 September 2026– 13 September 2026Tanggal setempat
Bagaimana Amerika Serikat menjalani Hari-hari dalam kalender Yahudi? · Rosh Hashanah
Rosh Hashanah membuka tahun Yahudi pada 1–2 Tishrei, dan inilah pasangan hari yang pertama-tama ditemui lembaga-lembaga Amerika karena jatuh pada minggu-minggu awal tahun ajaran. Ia bukan hari libur federal: hari libur bagi pegawai federal ditetapkan oleh undang-undang 5 U.S.C. 6103, dan dari sebelas hari yang diumumkan Kantor Manajemen Kepegawaian untuk 2026, tepat satu yang merupakan hari raya keagamaan — Natal. Semua pengaturan yang nyata berada di bawah garis federal, dan tidak seragam. New York City Public Schools, sistem sekolah terbesar di negara itu, menerbitkan kalender hari libur setiap tahun; pada 2026 Rosh Hashanah jatuh Sabtu dan Minggu, 12–13 September, sehingga tidak perlu diliburkan dan namanya sama sekali tidak muncul di kalender. New Jersey bekerja dengan cara sebaliknya: Dewan Pendidikan Negara Bagian setiap tahun menetapkan daftar hari raya keagamaan yang mengharuskan distrik menerima ketidakhadiran murid bila orang tua mengajukan permintaan tertulis, dan daftar 2026–2027 mencantumkan Rosh Hashanah pada 11–13 September — hari tambahan itu adalah malam menjelangnya.
- 21 September 2026Tanggal setempat
Bagaimana Amerika Serikat menjalani Hari-hari dalam kalender Yahudi? · Yom Kippur
Yom Kippur, tanggal sepuluh bulan Tishrei, adalah hari ketika jurang antara kalender federal Amerika dan kalender setempat paling mudah dilihat. Kantor federal tetap buka; hari itu tidak ada dalam 5 U.S.C. 6103. Namun sekolah negeri Kota New York tutup pada Senin, 21 September 2026, dan baris kalendernya berbunyi persis begitu: "September 21, Monday, Yom Kippur, schools closed". Kalender yang sama juga meliburkan Idulfitri, Iduladha, dan Jumat Agung. Pada hari kesebelas tahun ajaran, seluruh sistem berhenti sehari. Bagi orang dewasa yang bekerja, sarananya bukan hari libur dan bukan kalender sekolah, melainkan Title VII Undang-Undang Hak Sipil 1964: pemberi kerja dengan lima belas pekerja atau lebih wajib mengakomodasi ibadah pekerjanya kecuali dapat membuktikan adanya beban yang tidak wajar. Pada 2023 Mahkamah Agung menaikkan ambang itu dalam perkara Groff v. DeJoy: menunjukkan "biaya yang lebih dari sekadar sepele" tidaklah cukup, bebannya harus substansial dalam keseluruhan konteks usaha tersebut.
- 5 Desember 2026– 12 Desember 2026Tanggal setempat
Bagaimana Amerika Serikat menjalani Hari-hari dalam kalender Yahudi? · Hanukkah
Hanukkah adalah hari raya Yahudi yang paling dikenal namanya oleh orang Amerika sekaligus yang paling sedikit ditangani lembaga-lembaga Amerika, sebab ia memang bukan hari istirahat. Delapan hari sejak 25 Kislev — 5–12 Desember pada 2026 — dan sepanjang hari-hari itu pekerjaan dan sekolah berjalan seperti biasa. Kalender sekolah Kota New York 2026–2027 tidak meliburkannya; libur Desember adalah Winter Recess, 24 Desember sampai 1 Januari, yang sama sekali tidak bertumpang tindih dengan delapan hari tersebut. Daftar New Jersey memang memuat Hanukkah pada 5–12 Desember sehingga murid boleh izin, tetapi kewajiban hari raya ini jatuh setelah gelap: menyalakan satu lampu lagi setiap malam. Itulah sebabnya hari yang paling kelihatan di ruang publik justru meninggalkan jejak paling tipis di kalender kelembagaan. Keterlihatannya datang dari perniagaan dan dari penyalaan menorah di tempat umum, bukan dari libur siapa pun.
- 22 April 2027– 29 April 2027Tanggal setempat
Bagaimana Amerika Serikat menjalani Hari-hari dalam kalender Yahudi? · Passover (Pesach)
Paskah Yahudi berlangsung delapan hari di luar Israel, mulai 15 Nisan, dan jawaban Amerika terhadapnya berupa penjadwalan, bukan peliburan. Kalender sekolah Kota New York 2026–2027 tidak memuat satu pun butir bernama Pesah. Yang ada adalah Spring Recess, 22–30 April 2027, yang kebetulan menutupi 22–29 April, delapan hari Pesah pada tahun itu. Itu blok libur sekuler yang jatuh persis di tempat hari rayanya berada. New Jersey menyebutnya terang-terangan: Passover, 22–29 April, tercantum dalam daftar negara bagian, yang berarti murid yang absen pada hari-hari itu tercatat sebagai izin sah, tidak boleh kehilangan penghargaan apa pun atau kesempatan bersaing karenanya, berhak mengikuti ujian susulan, dan ketidakhadiran itu tidak boleh muncul di transkrip maupun formulir lamaran. Dua negara bagian bertetangga, dua alat yang sama sekali berbeda: yang satu menggeser tahun ajaran, yang lain menciptakan hak.
- Tidak dirayakan di siniTanggal setempat
Apakah Brasil punya Hari-hari dalam kalender Yahudi?
Hari libur nasional Brasil berada dalam Undang-Undang No. 662 Tahun 1949, yang pasal pertamanya ditulis ulang oleh Undang-Undang No. 10.607 Tahun 2002: 1 Januari, 21 April, 1 Mei, 7 September, 2 November, 15 November, dan 25 Desember. Kalender resmi 2026 yang diterbitkan Kementerian Manajemen menambahkan Jumat Agung dan Nossa Senhora Aparecida sebagai libur nasional, serta membiarkan Karnaval dan Corpus Christi sebagai ponto facultativo, hari yang ditentukan sendiri oleh masing-masing instansi. Tidak ada satu pun tanggal Yahudi. Namun Brasil punya satu perangkat yang tidak dimiliki enam negara lainnya: Undang-Undang No. 13.796 Tahun 2019 menyisipkan Pasal 7-A ke dalam Undang-Undang Dasar dan Pedoman Pendidikan (UU No. 9.394 Tahun 1996), menjamin setiap murid terdaftar, pada jenjang mana pun, negeri maupun swasta, hak untuk — atas permohonan yang diajukan lebih dahulu dan beralasan — tidak mengikuti ujian atau pelajaran yang dijadwalkan pada hari yang agamanya melarang kegiatan semacam itu, dan mewajibkan lembaga menyediakan tanpa biaya salah satu dari dua penggantinya: ujian atau pelajaran susulan pada tanggal lain, atau tugas tertulis yang tema, tujuan, dan tenggatnya ditetapkan lembaga. Setelah pengganti itu dipenuhi, ia menggantikan kewajiban asal untuk segala keperluan, termasuk pembetulan catatan kehadiran. Undang-undang itu bersandar pada keberatan hati nurani dalam Pasal 5 ayat VIII Konstitusi dan tidak menyebut satu hari raya pun, sehingga mencakup Sabat maupun Yom Kippur; ia tidak berlaku bagi pendidikan militer, dan lembaga diberi dua tahun untuk menyesuaikan diri.
- Tidak dirayakan di siniTanggal setempat
Apakah Tiongkok punya Hari-hari dalam kalender Yahudi?
Ketentuan Tiongkok tentang Libur Hari Raya dan Hari Peringatan (Perintah Dewan Negara No. 795, revisi keempat tahun 2024, berlaku sejak 1 Januari 2025) memuat pada Pasal 2 tujuh hari raya yang meliburkan seluruh warga, tiga belas hari seluruhnya, dan pada Pasal 3 empat hari yang hanya meliburkan sebagian warga. Tidak ada satu pun hari raya keagamaan di keduanya. Pasal yang menentukan adalah Pasal 4: hari raya yang menjadi adat suku minoritas ditetapkan tanggal liburnya oleh pemerintah rakyat setempat di wilayah tempat suku itu bermukim padat, menurut adat suku bersangkutan. Itulah satu-satunya jalur yang memungkinkan kalender non-mayoritas masuk ke sistem libur, dan ukurannya adalah kesukuan serta wilayah, bukan agama, sehingga kalender Yahudi bahkan tidak punya pintu untuk dicoba. Organisasi keagamaan menempuh jalan yang sama sekali lain: Pasal 7 Peraturan tentang Urusan Keagamaan (Perintah Dewan Negara No. 686) mewajibkan pendirian, perubahan, dan pembubaran organisasi keagamaan didaftarkan menurut ketentuan pengelolaan organisasi kemasyarakatan. Dua jalan yang terpisah — dan jalan yang menuju hari libur tidak pernah menanyakan iman.
- Tidak dirayakan di siniTanggal setempat
Apakah Indonesia punya Hari-hari dalam kalender Yahudi?
Pada 29 Januari 2024 Indonesia merapikan hari-hari liburnya, yang sebelumnya berserak di empat keputusan lama, menjadi Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2024: enam belas hari seluruhnya. Enam belas hari itu memuat lima kalender keagamaan. Dari Islam ada Isra Mikraj, dua hari Idulfitri, Iduladha, Tahun Baru Islam, dan Maulid Nabi; dari Kristen ada wafat, kebangkitan, dan kenaikan Yesus Kristus serta Natal; dari Hindu ada Nyepi, Tahun Baru Saka; dari Buddha ada Waisak; dari Konghucu ada Tahun Baru Imlek. Tidak satu hari pun berasal dari kalender Yahudi. Yang patut diperhatikan, keppres itu sendiri sudah memuat mesin untuk mengumumkan sebuah kalender keagamaan dari tahun ke tahun: tanggal Tahun Baru Islam, Idulfitri, dan Iduladha ditetapkan setiap tahun oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama. Mesinnya sudah ada sejak semula. Hanya saja ia tidak pernah dinyalakan untuk kalender yang satu ini.
- Tidak dirayakan di siniTanggal setempat
Apakah India punya Hari-hari dalam kalender Yahudi?
Hari libur bagi kantor pemerintah pusat India tersusun dalam dua lapis dan diumumkan setiap tahun atas rekomendasi Komite Koordinasi Kesejahteraan Pegawai Pemerintah Pusat. Lapis pertama adalah daftar gazetted wajib — tujuh belas hari pada 2026, saat kantor memang tutup: Holi, Id-ul-Fitr, Mahavir Jayanti, Jumat Agung, Budha Purnima, Id-ul-Zuha, Muharram, Ratha Yatra, Milad-un-Nabi, Maha Navami, Dussehra, Diwali, hari lahir Guru Nanak, dan Natal termasuk di dalamnya. Lapis kedua adalah daftar restricted, dua puluh sembilan hari pada 2026, yang darinya pegawai memilih beberapa untuk dirinya sendiri. Lapis kedua ini menjangkau cukup jauh ke bawah: Tahun Baru Parsi, Nauraj, pada 15 Agustus; hari lahir Hazrat Ali; hari lahir Guru Ravi Das; Minggu Paskah; malam Natal. Namun tidak satu pun lapisnya memuat hari dari kalender Yahudi. Meski begitu komunitasnya hadir dalam catatan resmi: Sinagoge Magen David di Byculla, Mumbai, yang dibangun pada pertengahan abad kesembilan belas oleh saudagar Yahudi Baghdadi David Sassoon, tercatat di laman Kementerian Pariwisata, yang menyebutkan bahwa Hanukkah, Paskah Yahudi, dan Yom Kippur dirayakan di sana.
- Tidak dirayakan di siniTanggal setempat
Apakah Jepang punya Hari-hari dalam kalender Yahudi?
Undang-Undang Hari Libur Nasional Jepang (UU No. 178 Tahun 1948) memuat enam belas hari libur dalam Pasal 2, dan tidak satu pun merupakan hari raya keagamaan — bukan hanya tidak ada hari Yahudi, melainkan tidak ada hari agama mana pun. Bahkan dua hari yang tampak seperti upacara pun dirumuskan dengan bahasa sekuler: Hari Ekuinoks Musim Semi didefinisikan sebagai memuji alam dan menyayangi makhluk hidup, dan Hari Ekuinoks Musim Gugur sebagai menghormati leluhur serta mengenang yang telah tiada. Pasal 3 menjadikan setiap hari libur nasional sebagai hari bebas kerja dan, bila jatuh pada hari Minggu, memindahkan liburnya ke hari terdekat sesudahnya yang bukan hari libur. Jadi ketiadaan kalender Yahudi dalam undang-undang ini bukan pengecualian terhadap Yahudi; undang-undang ini memang tidak berurusan dengan agama sama sekali. Jepang menempatkan agama pada landasan yang lain: badan hukum menurut Undang-Undang Badan Hukum Keagamaan (UU No. 126 Tahun 1951). Mengakui bahwa suatu agama ada dan memberinya hari libur sejak awal adalah dua mesin yang terpisah.
- Tidak dirayakan di siniTanggal setempat
Apakah Taiwan punya Hari-hari dalam kalender Yahudi?
Undang-undang Taiwan tentang Hari Peringatan dan Hari Raya memuat dua puluh hari peringatan, sembilan hari raya rakyat, dan dua puluh delapan hari bernama lainnya, dan tak satu pun berasal dari kalender Yahudi — begitu pula tidak ada satu pun dari kalender Hijriah. Hari raya keagamaan yang disebut namanya dalam undang-undang itu hanya dua: Hari Taoisme (tanggal 1 bulan pertama penanggalan bulan) dan Hari Kelahiran Buddha (tanggal 8 bulan keempat), dan keduanya tidak berhari libur; undang-undangnya menyatakannya tanpa berbelit: hari raya di luar yang tercantum pada ayat pertama tidak diliburkan. Hanya satu ketentuan yang mengembalikan kalender ke tangan komunitas pemiliknya, yaitu upacara musiman masyarakat adat: tanggalnya diumumkan Dewan Masyarakat Adat setelah menimbang adat tiap suku dan meminta pendapat kampungnya, dan pekerja adat boleh memilih sendiri tiga hari libur. Jalur itu bersifat etnis, bukan keagamaan, sehingga komunitas Yahudi tidak bisa melewatinya. Di Taiwan hari-hari ini diatur sendiri oleh komunitas di Taipei dan tidak pernah masuk kalender negara.
Sumber dan tanggal
Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.