aeiou.now

topik: Cuti berbayar berapa hari, lembur dihitung bagaimana — apa bedanya tujuh negara

Bagaimana aturannya di Jepang?

Topik keseharian

Pasal 39 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Jepang memberikan 10 hari cuti berbayar setelah enam bulan kerja terus-menerus dengan tingkat kehadiran minimal 80%, lalu bertambah seiring masa kerja — 11 hari pada 1,5 tahun, 12 hari pada 2,5 tahun, 14 hari pada 3,5 tahun, 16 hari pada 4,5 tahun, 18 hari pada 5,5 tahun, dan mencapai batas maksimum 20 hari mulai 6,5 tahun. Sejak 2019 ada aturan yang lebih tegas: begitu hak cuti tahunan pekerja mencapai 10 hari atau lebih, pemberi kerja wajib secara hukum menentukan tanggal agar pekerja benar-benar mengambil setidaknya 5 hari — bukan sekadar "jika pekerja tidak minta, itu bukan tanggung jawab pemberi kerja" (Pasal 39 ayat 7). Cuti kedaluwarsa setelah 2 tahun tidak digunakan dan hangus berdasarkan Pasal 115 — kebalikan dari aturan Taiwan yang membayar tunai hari yang tidak diambil; di Jepang berlaku prinsip pakai-atau-hilang tanpa kompensasi. Lembur diatur melalui "perjanjian Pasal 36": batas standarnya 45 jam per bulan dan 360 jam per tahun, dan bahkan klausul khusus yang disepakati dengan serikat pekerja tidak bisa menghapus batas sepenuhnya — total tahunan maksimum 720 jam, tidak ada satu bulan pun (lembur ditambah kerja hari libur) boleh melebihi 100 jam, dan rata-rata 2 hingga 6 bulan mana pun tidak boleh melebihi 80 jam. Upah lembur pada dasarnya ditambah minimal 25%, naik menjadi minimal 50% untuk bagian yang melebihi 60 jam dalam sebulan (Pasal 37).

Apa tema ini?

Pasal 38 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Taiwan membagi cuti tahunan menjadi enam tingkat: 3 hari pada enam bulan, 7 hari pada satu tahun, 10 hari pada dua tahun, 14 hari per tahun untuk tiga hingga lima tahun, 15 hari per tahun untuk lima hingga sepuluh tahun, dan tambahan 1 hari per tahun setelah sepuluh tahun, dengan batas 30 hari; cuti yang tidak diambil tidak hangus — Pasal 38 ayat 4 mewajibkan pemberi kerja membayar upahnya.

Pasal 39 Jepang dimulai dari 10 hari setelah enam bulan hingga mencapai batas 20 hari pada 6,5 tahun; sejak 2019 pemberi kerja juga wajib memastikan pekerja yang berhak mengambil setidaknya 5 hari, tetapi berdasarkan Pasal 115, cuti yang tidak digunakan dalam dua tahun akan hangus begitu saja — tanpa kompensasi.

Peraturan Cuti Tahunan Berbayar Tiongkok daratan mensyaratkan 12 bulan kerja terus-menerus untuk memenuhi syarat, lalu memberi 5, 10, atau 15 hari berdasarkan masa kerja kumulatif, dengan kewajiban membayar 300% upah harian untuk setiap hari yang tidak dijadwalkan perusahaan (Pasal 5).

Hukum federal AS sama sekali tidak mengenal cuti tahunan berbayar berdasarkan undang-undang — Fair Labor Standards Act tidak mengatur cuti sama sekali, menyerahkan sepenuhnya kepada pemberi kerja atau negara bagian apakah dan berapa banyak cuti diberikan.

Perlindungan cuti di India lama hanya ada dalam Pasal 79 Factories Act, mencakup pekerja pabrik yang mencapai 240 hari kerja setahun dengan rasio satu hari per 20 hari kerja; toko dan sektor jasa selalu diatur oleh hukum negara bagian yang berbeda-beda, dan kode ketenagakerjaan baru pada November 2025 barulah menurunkan ambang batas menjadi 180 hari.

Pasal 79 Indonesia memberi 12 hari setelah 12 bulan; manfaat istirahat panjang dua bulan yang dulu wajib setelah enam tahun kerja kini hanya bersifat opsional setelah amendemen undang-undang.

Pasal 130 CLT Brasil memberi 30 hari, tetapi ketidakhadiran tanpa alasan selama tahun itu mengurangi jumlahnya, dan pekerja bisa menukar hingga sepertiga menjadi uang tunai (Pasal 143).

Perbedaan upah lembur bahkan lebih besar: Taiwan membayar premi sepertiga untuk dua jam pertama dan dua pertiga setelahnya; Jepang menambah premi 50% setelah 60 jam sebulan; Tiongkok memiliki tiga tingkat — 150% hari biasa, 200% hari istirahat, 300% tunai untuk hari libur nasional; AS hanya menghitung 1,5 kali untuk jam di atas 40 seminggu, tanpa aturan harian atau batas jam; India membayar dua kali lipat secara tetap untuk jam di atas batas hukum; Indonesia membayar 1,5 kali jam pertama dan 2 kali setelahnya, dengan batas 4 jam sehari; Brasil mewajibkan premi minimal 50% tetapi membatasi lembur hingga 2 jam sehari.

Sumber dan tanggal

Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.