
Cuti berbayar berapa hari, lembur dihitung bagaimana — apa bedanya tujuh negara
Cara dunia merayakannyaPasal 38 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Taiwan membagi cuti tahunan menjadi enam tingkat: 3 hari pada enam bulan, 7 hari pada satu tahun, 10 hari pada dua tahun, 14 hari per tahun untuk tiga hingga lima tahun, 15 hari per tahun untuk lima hingga sepuluh tahun, dan tambahan 1 hari per tahun setelah sepuluh tahun, dengan batas 30 hari; cuti yang tidak diambil tidak hangus — Pasal 38 ayat 4 mewajibkan pemberi kerja membayar upahnya.
Jawaban singkat
| Negara | Kapan? | Cara tanggal ditetapkan |
|---|---|---|
| Indonesia | Tanggal belum dikonfirmasi | Topik keseharian |
| Brasil | Tanggal belum dikonfirmasi | Topik keseharian |
| Tiongkok | Tanggal belum dikonfirmasi | Topik keseharian |
| India | Tanggal belum dikonfirmasi | Topik keseharian |
| Jepang | Tanggal belum dikonfirmasi | Topik keseharian |
| Taiwan | Tanggal belum dikonfirmasi | Topik keseharian |
| Amerika Serikat | Tanggal belum dikonfirmasi | Topik keseharian |
Tulis apa yang keliru dan apa yang benar — sertakan tautan sumber bila ada.
Dekat kamu
Belum ada data.
Acara terkait
Belum ada data.
Sekarang
Yang dibicarakan orang
Diskusi langsung belum tersedia
Baca topiknya dan coba kembali nanti.
Cara dunia merayakannya
- Tanggal belum dikonfirmasiTanggal setempat
Bagaimana aturannya di Brasil?
Pasal 130 CLT (kode hukum ketenagakerjaan Brasil) memberikan 30 hari cuti tahunan, dengan syarat menyelesaikan "periode akuisisi" 12 bulan — tetapi ketidakhadiran tanpa alasan yang sah selama tahun tersebut memangkas jumlah harinya: 24 hari untuk 6 hingga 14 kali absen, 18 hari untuk 15 hingga 23 kali, dan hanya 12 hari untuk 24 hingga 32 kali — semakin banyak absen, semakin sedikit cuti, sebuah desain unik Brasil yang mengaitkan langsung lama cuti dengan kehadiran. Cuti harus dijadwalkan dalam 12 bulan setelah memenuhi syarat ("periode pemberian"), dan jika pemberi kerja melewati tenggat itu, hukum mewajibkan pembayaran dua kali lipat untuk cuti tersebut (Pasal 134 dan 137). Pekerja juga bisa menukar hingga sepertiga cuti mereka menjadi uang tunai, tetapi harus mengajukan permintaan setidaknya 15 hari sebelum periode akuisisi berakhir (Pasal 143). Untuk lembur, premi minimum langsung tertulis dalam konstitusi — Pasal 7(XVI) menetapkannya setidaknya 50% di atas upah normal — dan Pasal 59 CLT menambahkan batas keras 2 jam tambahan per hari: sebanyak apa pun ingin mendapat upah lembur, sehari tetap dibatasi maksimal dua jam.
- Tanggal belum dikonfirmasiTanggal setempat
Bagaimana aturannya di Tiongkok?
Cuti tahunan berbayar di Tiongkok daratan mensyaratkan 12 bulan kerja terus-menerus untuk memenuhi syarat, dan jumlah harinya kemudian bergantung pada total tahun kerja kumulatif, dalam tiga tingkat: 5 hari untuk kurang dari 10 tahun, 10 hari untuk 10 hingga kurang dari 20 tahun, dan 15 hari untuk 20 tahun ke atas (Peraturan Cuti Tahunan Berbayar bagi Pekerja, Pasal 2–3). Yang mudah terlewat adalah kata "kumulatif" di sini bukan berarti "pada satu pemberi kerja" — tahun kerja tetap terhitung meski berganti pekerjaan, selama totalnya mencukupi. Jika perusahaan tidak menjadwalkan cuti yang menjadi hak pekerja, itu bukan berarti selesai begitu saja: perusahaan wajib membayar 300% dari upah harian untuk setiap hari cuti yang tidak diambil, kecuali pekerja secara tertulis melepaskan haknya (Pasal 5). Jam kerja standar adalah 8 jam sehari, rata-rata 44 jam seminggu — bukan 40 jam seperti yang sering diasumsikan (Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 36). Batas lembur biasanya 1 jam sehari, bisa diperpanjang hingga 3 jam dalam keadaan khusus, tetapi bagaimanapun tidak boleh melebihi 36 jam sebulan (Pasal 41). Upah lembur memiliki tiga tingkat: minimal 150% pada hari kerja biasa, minimal 200% untuk kerja di hari istirahat jika tidak diberikan cuti pengganti (cuti pengganti bisa menggantikan pembayaran tunai), dan minimal 300% tunai untuk kerja di hari libur nasional — tidak bisa diganti dengan cuti pengganti (Pasal 44).
- Tanggal belum dikonfirmasiTanggal setempat
Bagaimana aturannya di Indonesia?
Pasal 79 UU Ketenagakerjaan Indonesia memberikan hak cuti tahunan 12 hari kerja setelah pekerja bekerja terus-menerus selama 12 bulan pada pemberi kerja yang sama, dengan pelaksanaannya diserahkan kepada perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama (Pasal 79 ayat 3-4). Yang benar-benar menarik untuk dibandingkan adalah apa yang dihilangkan dari aturan lama: dulu, pekerja dengan masa kerja terus-menerus enam tahun wajib diberi "istirahat panjang" penuh selama dua bulan pada tahun ketujuh dan kedelapan — ini adalah kewajiban dalam undang-undang lama. Setelah amendemen UU Cipta Kerja tahun 2023, ketentuannya berubah menjadi "perusahaan tertentu dapat memberikan istirahat panjang" — dari kewajiban menjadi sesuatu yang hanya ada jika perusahaan atau perjanjian kerja bersama memilih untuk memberikannya. Aturan lembur juga ditulis ulang dalam Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021: batas 4 jam sehari dan 18 jam seminggu (Pasal 26), dengan upah 1,5 kali upah per jam untuk jam pertama dan 2 kali untuk setiap jam berikutnya (Pasal 31) — jam pertama terlihat murah hati, tetapi batas 4 jam sehari adalah batas keras, tidak seperti Taiwan atau Jepang yang masih bisa dilonggarkan lewat negosiasi.
- Tanggal belum dikonfirmasiTanggal setempat
Bagaimana aturannya di India?
Selama puluhan tahun, aturan cuti tahunan India hanya diatur dalam Pasal 79 Factories Act 1948, dan hanya berlaku bagi pekerja pabrik: siapa pun yang bekerja setidaknya 240 hari dalam satu tahun kalender mendapat satu hari cuti untuk setiap 20 hari kerja (dewasa) atau setiap 15 hari (pekerja anak), dengan batas akumulasi 30 hari untuk dewasa dan 40 hari untuk anak-anak. Yang lebih penting adalah apa yang tidak pernah dicakup undang-undang ini — toko, restoran, kantor, dan tempat usaha komersial lain, yang justru diatur oleh Shops and Establishments Act masing-masing negara bagian, dengan aturan berbeda di tiap negara bagian. India, pada praktiknya, tidak pernah memiliki satu standar cuti tahunan nasional yang seragam. Itu berubah pada 21 November 2025, ketika empat kode ketenagakerjaan baru mulai berlaku secara nasional; Occupational Safety, Health and Working Conditions Code menggabungkan tiga belas undang-undang — termasuk Factories Act — menjadi satu, dan menurunkan ambang kelayakan dari 240 hari menjadi 180 hari, sambil mempertahankan konversi yang sama yaitu satu hari cuti untuk setiap 20 hari kerja. Upah lembur relatif sederhana: di bawah aturan lama, bekerja melebihi 9 jam sehari atau 48 jam seminggu memicu upah dua kali lipat; kode baru mengubah ambang harian menjadi 8 jam (mingguan tetap 48 jam), tetapi pengalinya tidak berubah — tetap dua kali lipat.
- Tanggal belum dikonfirmasiTanggal setempat
Bagaimana aturannya di Jepang?
Pasal 39 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Jepang memberikan 10 hari cuti berbayar setelah enam bulan kerja terus-menerus dengan tingkat kehadiran minimal 80%, lalu bertambah seiring masa kerja — 11 hari pada 1,5 tahun, 12 hari pada 2,5 tahun, 14 hari pada 3,5 tahun, 16 hari pada 4,5 tahun, 18 hari pada 5,5 tahun, dan mencapai batas maksimum 20 hari mulai 6,5 tahun. Sejak 2019 ada aturan yang lebih tegas: begitu hak cuti tahunan pekerja mencapai 10 hari atau lebih, pemberi kerja wajib secara hukum menentukan tanggal agar pekerja benar-benar mengambil setidaknya 5 hari — bukan sekadar "jika pekerja tidak minta, itu bukan tanggung jawab pemberi kerja" (Pasal 39 ayat 7). Cuti kedaluwarsa setelah 2 tahun tidak digunakan dan hangus berdasarkan Pasal 115 — kebalikan dari aturan Taiwan yang membayar tunai hari yang tidak diambil; di Jepang berlaku prinsip pakai-atau-hilang tanpa kompensasi. Lembur diatur melalui "perjanjian Pasal 36": batas standarnya 45 jam per bulan dan 360 jam per tahun, dan bahkan klausul khusus yang disepakati dengan serikat pekerja tidak bisa menghapus batas sepenuhnya — total tahunan maksimum 720 jam, tidak ada satu bulan pun (lembur ditambah kerja hari libur) boleh melebihi 100 jam, dan rata-rata 2 hingga 6 bulan mana pun tidak boleh melebihi 80 jam. Upah lembur pada dasarnya ditambah minimal 25%, naik menjadi minimal 50% untuk bagian yang melebihi 60 jam dalam sebulan (Pasal 37).
- Tanggal belum dikonfirmasiTanggal setempat
Bagaimana aturannya di Taiwan?
Cuti tahunan berbayar di Taiwan bertingkat menurut masa kerja pada pemberi kerja yang sama: 3 hari setelah enam bulan, 7 hari setelah satu tahun, 10 hari setelah dua tahun, 14 hari per tahun untuk masa kerja tiga sampai lima tahun, 15 hari per tahun untuk lima sampai sepuluh tahun, dan tambahan 1 hari setiap tahun tambahan setelah sepuluh tahun, dengan batas maksimum 30 hari (Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Pasal 38 ayat 1). Yang paling sering disalahpahami adalah apakah cuti yang tidak diambil hilang begitu saja — jawabannya tidak: pemberi kerja wajib membayar upah untuk hari yang tidak diambil, mencatatnya dalam daftar pekerja, dan memberi tahu pekerja secara tertulis; "cuti memang hangus" bukan jawaban yang sah secara hukum (Pasal 38 ayat 4). Upah lembur juga dihitung bertingkat: dua jam pertama kerja lembur pada hari biasa mendapat tambahan sepertiga upah, dan sisanya mendapat tambahan dua pertiga; dua jam pertama kerja pada hari istirahat dibayar 1⅓ kali, dan sisanya 1⅔ kali (Pasal 24). Batas lembur bulanan normalnya 46 jam, dapat diperpanjang menjadi 54 jam dengan persetujuan serikat pekerja atau musyawarah pekerja-pemberi kerja — tetapi tidak boleh melebihi 138 jam dalam tiga bulan mana pun, aturan yang dibuat khusus agar pemberi kerja tidak bisa menumpuk di satu bulan lalu menyeimbangkannya di bulan berikutnya (Pasal 32).
- Tanggal belum dikonfirmasiTanggal setempat
Bagaimana aturannya di Amerika Serikat?
Hukum federal Amerika Serikat sama sekali tidak mewajibkan pemberi kerja memberikan cuti berbayar — dan ketiadaan ini justru menjadi perbedaan paling mencolok di antara ketujuh negara. Departemen Tenaga Kerja AS menyatakannya dengan jelas: Fair Labor Standards Act tidak mewajibkan pembayaran untuk waktu yang tidak dikerjakan, baik itu cuti, cuti sakit, maupun hari libur federal — semuanya sepenuhnya diserahkan pada kesepakatan antara pemberi kerja dan pekerja (atau serikat pekerja), tanpa ada standar minimum federal. Satu-satunya pengecualian adalah kontraktor federal yang tunduk pada McNamara-O'Hara Service Contract Act atau Davis-Bacon Act, yang mungkin diwajibkan memberikan cuti sebagai tunjangan tambahan. Sebaliknya, aturan lembur jauh lebih jelas, meski hanya mengatur satu hal: pekerja yang tidak dikecualikan harus dibayar setidaknya 1,5 kali tarif normal untuk setiap jam kerja melebihi 40 jam dalam satu minggu kerja (29 U.S.C. § 207); di tingkat federal tidak ada aturan "berapa jam sehari dianggap lembur", dan jam kerja antar-minggu tidak bisa dirata-ratakan untuk saling meniadakan. Yang juga patut dicatat: hukum federal sama sekali tidak membatasi berapa jam seorang pekerja berusia 16 tahun ke atas boleh diminta bekerja dalam seminggu — selama upah lemburnya dibayar, tidak ada batas atas hukum untuk jam kerja itu sendiri.
Sumber dan tanggal
Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.
- planalto.gov.br/del5452compilado.htm ↗
- planalto.gov.br/constituicao.htm ↗
- gov.cn/content_835527.htm ↗
- samr.gov.cn ↗
- gov.cn/content_859865.htm ↗
- jdih.kemnaker.go.id/2023UU06_Klaster%20… ↗
- jdih.kemnaker.go.id/PP352021.pdf ↗
- jdih.kemnaker.go.id/2003uu013.pdf ↗
- labour.gov.in/e6e2df267f39a63f0061041ab… ↗
- labour.gov.in/a4ccf4c6d97c4f1f36a6d83f8… ↗
- laws.e-gov.go.jp ↗
- mhlw.go.jp ↗
- hatarakikatakaikaku.mhlw.go.jp ↗
- law.moj.gov.tw/LawClass/LawSingle.aspx?pcode=N0030001&flno=38 ↗
- law.moj.gov.tw/LawClass/LawSingle.aspx?pcode=N0030001&flno=24 ↗
- law.moj.gov.tw/LawClass/LawSingle.aspx?pcode=N0030001&flno=32 ↗
- dol.gov/vacation_leave ↗
- dol.gov/23-flsa-overtime-pay ↗
- govinfo.gov ↗