topik: Pernikahan dan Adat Perkawinan
Bagaimana Brasil menjalani Pernikahan dan Adat Perkawinan?
Topik keseharian
Perkawinan di Brasil diatur Kitab Undang-Undang Hukum Perdata: sejak delapan belas seseorang boleh menikah secara bebas; usia enam belas sampai kurang dari delapan belas memerlukan persetujuan orang tua atau wali; di bawah enam belas tidak diperbolehkan. Pernikahannya sendiri dapat berlangsung di kantor catatan sipil, gereja, luar ruang, atau venue, dengan musik, makanan, dan keterlibatan keluarga yang berbeda menurut wilayah dan iman. Karena yang dituntut hukum hanyalah pencatatan, ritus keagamaan dan pencatatan sipil di Brasil kerap disusun sebagai dua acara terpisah. Pencatatan sipil bisa dilakukan di kantor catatan atau dengan mendatangkan petugas ke tempat pernikahan, dan keduanya sama-sama sah.
Apa tema ini?
Jalan hukum menuju perkawinan berbeda menurut tempat. Taiwan mensyaratkan pendaftaran di kantor rumah tangga agar perkawinan berlaku; Jepang menganggap perkawinan terbentuk ketika formulir diterima; Brasil berpusat pada pencatatan sipil; Indonesia biasanya menggabungkan upacara agama dan pendaftaran negara; India memiliki jalur hukum personal komunitas dan Special Marriage Act; Tiongkok daratan menetapkan usia minimum 22 tahun untuk laki-laki dan 20 untuk perempuan; Amerika Serikat menyerahkan izin nikah kepada negara bagian. Pendaftaran, upacara, dan pesta dapat berlangsung pada hari yang berbeda. Halaman ini memisahkan perkawinan legal dari perayaan dan kemudian membandingkan keluarga, pakaian, makanan, dan adat.
Sumber dan tanggal
Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.