topik: Pernikahan dan Adat Perkawinan
Bagaimana Tiongkok menjalani Pernikahan dan Adat Perkawinan?
Topik keseharian
Tiongkok daratan memiliki usia menikah menurut undang-undang tertinggi di antara tujuh tempat ini: Pasal 1047 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menetapkan tidak boleh lebih awal dari dua puluh dua tahun bagi laki-laki dan dua puluh tahun bagi perempuan. Kitab yang sama menaruh usia dewasa pada delapan belas — jadi di Tiongkok daratan ada jarak dua sampai empat tahun antara menjadi dewasa dan boleh menikah, yang tidak dimiliki enam tempat lainnya. Bentuk pernikahannya sendiri — pencatatan, penjemputan pengantin, sajian teh, jamuan, mahar — sangat berbeda antar wilayah, tetapi garis usia itu seragam se-negara. Hari mengambil buku nikah dan hari resepsi kerap terpaut berbulan-bulan, dan keduanya dianggap dua urusan yang berbeda.
Apa tema ini?
Jalan hukum menuju perkawinan berbeda menurut tempat. Taiwan mensyaratkan pendaftaran di kantor rumah tangga agar perkawinan berlaku; Jepang menganggap perkawinan terbentuk ketika formulir diterima; Brasil berpusat pada pencatatan sipil; Indonesia biasanya menggabungkan upacara agama dan pendaftaran negara; India memiliki jalur hukum personal komunitas dan Special Marriage Act; Tiongkok daratan menetapkan usia minimum 22 tahun untuk laki-laki dan 20 untuk perempuan; Amerika Serikat menyerahkan izin nikah kepada negara bagian. Pendaftaran, upacara, dan pesta dapat berlangsung pada hari yang berbeda. Halaman ini memisahkan perkawinan legal dari perayaan dan kemudian membandingkan keluarga, pakaian, makanan, dan adat.
Sumber dan tanggal
Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.