topik: Pernikahan dan Adat Perkawinan
Bagaimana Taiwan menjalani Pernikahan dan Adat Perkawinan?
Topik keseharian
Taiwan memakai perkawinan berbasis pencatatan sejak 2008: perkawinan berlaku ketika dicatatkan di kantor pencatatan penduduk, dan upacaranya sendiri tidak berkekuatan hukum. Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata 2021 menetapkan usia pertunangan tujuh belas dan usia menikah delapan belas untuk semua, berlaku sejak 2023. Jadi pasangan bisa mencatatkan dulu lalu memilih tanggal resepsi kemudian; hari yang mengikat secara hukum dan hari yang diingat keluarga sering bukan hari yang sama. Tanggal upacaranya kerap dipilihkan oleh ahli dan diatur terpisah dari hari pencatatan.
Apa tema ini?
Jalan hukum menuju perkawinan berbeda menurut tempat. Taiwan mensyaratkan pendaftaran di kantor rumah tangga agar perkawinan berlaku; Jepang menganggap perkawinan terbentuk ketika formulir diterima; Brasil berpusat pada pencatatan sipil; Indonesia biasanya menggabungkan upacara agama dan pendaftaran negara; India memiliki jalur hukum personal komunitas dan Special Marriage Act; Tiongkok daratan menetapkan usia minimum 22 tahun untuk laki-laki dan 20 untuk perempuan; Amerika Serikat menyerahkan izin nikah kepada negara bagian. Pendaftaran, upacara, dan pesta dapat berlangsung pada hari yang berbeda. Halaman ini memisahkan perkawinan legal dari perayaan dan kemudian membandingkan keluarga, pakaian, makanan, dan adat.
Sumber dan tanggal
Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.