aeiou.now

topik: Pernikahan dan Adat Perkawinan

Bagaimana India menjalani Pernikahan dan Adat Perkawinan?

Topik keseharian

Perkawinan di India diatur oleh hukum perorangan tiap komunitas berdampingan dengan Special Marriage Act yang sekuler, sehingga jalan menuju status menikah secara hukum lebih dari satu: pencatatan menurut hukum perorangan Hindu, Muslim, Kristen, atau lainnya, atau menurut Special Marriage Act yang berlaku lintas agama. Pernikahannya sendiri kerap berupa rangkaian ritus selama beberapa hari, dengan peran kerabat, busana, dan pembagian jamuan yang jelas. Di dalam satu negara, dua pernikahan bisa tunduk pada dua undang-undang yang berbeda. Pencatatan dan upacara kerap menjadi dua hari terpisah: yang pertama di kantor catatan sipil, yang kedua di tempat yang diatur kedua keluarga.

Apa tema ini?

Jalan hukum menuju perkawinan berbeda menurut tempat. Taiwan mensyaratkan pendaftaran di kantor rumah tangga agar perkawinan berlaku; Jepang menganggap perkawinan terbentuk ketika formulir diterima; Brasil berpusat pada pencatatan sipil; Indonesia biasanya menggabungkan upacara agama dan pendaftaran negara; India memiliki jalur hukum personal komunitas dan Special Marriage Act; Tiongkok daratan menetapkan usia minimum 22 tahun untuk laki-laki dan 20 untuk perempuan; Amerika Serikat menyerahkan izin nikah kepada negara bagian. Pendaftaran, upacara, dan pesta dapat berlangsung pada hari yang berbeda. Halaman ini memisahkan perkawinan legal dari perayaan dan kemudian membandingkan keluarga, pakaian, makanan, dan adat.

Sumber dan tanggal

Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.