aeiou.now

topik: Pernikahan dan Adat Perkawinan

Bagaimana Jepang menjalani Pernikahan dan Adat Perkawinan?

Topik keseharian

Di Jepang perkawinan lahir saat pemberitahuan perkawinan diajukan dan diterima, terpisah dari upacara apa pun. Perubahan yang berlaku 1 April 2022 menaikkan usia minimum menikah bagi perempuan dari enam belas menjadi delapan belas, setara laki-laki — perubahan yang sama yang menurunkan usia dewasa menjadi delapan belas. Upacaranya sendiri boleh Shinto, Kristen, ikrar sekuler di hadapan tamu, atau tidak ada sama sekali; mengadakan resepsi atau tidak, dan sebesar apa, makin diperlakukan sebagai pilihan pribadi alih-alih kewajiban. Tanggal pengajuan boleh dipilih bebas, sehingga banyak orang sengaja menyerahkan berkasnya pada hari jadi atau hari baik.

Apa tema ini?

Jalan hukum menuju perkawinan berbeda menurut tempat. Taiwan mensyaratkan pendaftaran di kantor rumah tangga agar perkawinan berlaku; Jepang menganggap perkawinan terbentuk ketika formulir diterima; Brasil berpusat pada pencatatan sipil; Indonesia biasanya menggabungkan upacara agama dan pendaftaran negara; India memiliki jalur hukum personal komunitas dan Special Marriage Act; Tiongkok daratan menetapkan usia minimum 22 tahun untuk laki-laki dan 20 untuk perempuan; Amerika Serikat menyerahkan izin nikah kepada negara bagian. Pendaftaran, upacara, dan pesta dapat berlangsung pada hari yang berbeda. Halaman ini memisahkan perkawinan legal dari perayaan dan kemudian membandingkan keluarga, pakaian, makanan, dan adat.

Sumber dan tanggal

Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.