topik: Setelah anak lahir, berapa hari yang diberikan hukum
Bagaimana Jepang menjalani Setelah anak lahir, berapa hari yang diberikan hukum?
Topik keseharian
Cuti melahirkan di Jepang ditulis bukan hanya sebagai hak, melainkan sebagai larangan. Pasal 65 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan menyatakan bahwa pemberi kerja tidak boleh mempekerjakan perempuan yang mengajukan cuti dalam enam minggu menjelang perkiraan persalinan (empat belas minggu untuk kehamilan kembar), lalu menegaskan bahwa pemberi kerja tidak boleh mempekerjakan perempuan sebelum delapan minggu berlalu setelah melahirkan. Artinya, sebelum persalinan ia harus meminta; selama delapan minggu sesudahnya ia tidak boleh bekerja sekalipun ingin. Pengecualiannya hanya pekerjaan yang dinyatakan tidak berkeberatan oleh dokter, atas permintaan yang bersangkutan, setelah enam minggu lewat. Ketika enam pasar lain menuliskan berapa hari orang boleh beristirahat, pasal ini menuliskan berapa hari pemberi kerja tidak boleh menyuruh bekerja — subjek kalimatnya adalah pemberi kerja, bukan pekerja. Cuti pengasuhan anak diatur undang-undang lain, dan tunjangannya dibayar dari asuransi ketenagakerjaan.
Apa tema ini?
Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Taiwan memberi cuti melahirkan delapan minggu, dibayar penuh setelah enam bulan masa kerja. Undang-undang Jepang bergerak ke arah lain: Pasal 65 melarang pemberi kerja mempekerjakan perempuan selama delapan minggu setelah melahirkan — bukan hak, melainkan larangan. Kitab Undang-Undang Perburuhan Brasil menetapkan 120 hari. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 di Indonesia menetapkan paling singkat tiga bulan dan tiga bulan tambahan bila diperlukan, dengan persentase upah dirinci bulan demi bulan. FMLA Amerika menyatakan dengan gamblang bahwa cuti itu "boleh berupa cuti tanpa upah".
Sumber dan tanggal
Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.