Bagaimana Jepang menjalani Tanabata dan Qixi?
湘南ひらつか七夕まつり
- Tanggal setempat
- 2 Juli 2027–4 Juli 2027
- Kapan?
- Tiga hari mulai Jumat pertama bulan Juli (ditetapkan panitia setiap tahun).
Hiratsuka di Prefektur Kanagawa menyodorkan waktu ketiga. Festival Tanabata Shonan Hiratsuka digelar pada awal Juli — bukan tanggal 7, bukan pula Agustus: edisi ke-74 berlangsung 3 sampai 5 Juli 2026, Jumat hingga Minggu, setelah edisi ke-73 menarik 1,15 juta pengunjung dalam tiga hari. Siaran pers kota tertanggal 23 April 2026 memuat rinciannya: delapan puluh hiasan di sepanjang Shonan Star Mall, dua puluh enam di antaranya buatan warga; tujuh belas lagi di Beniya Pearl Road; sekitar seratus hiasan besar di kawasan pertokoan dekat stasiun; jam tutup dua hari pertama diperpanjang tiga puluh menit hingga pukul 20.30, dan pukul 19.00 pada hari terakhir; rute pawai tari Tanabata seribu orang diubah demi mencegah serangan panas, disertai program bernama "Tanabata COOL" yang meminta pedagang membantu mendinginkan pengunjung, dengan kipas kabut dipasang di area hiasan. Siaran pers yang sama sudah mengumumkan tahun berikutnya: 2 sampai 4 Juli 2027. Sandingkan ketiganya dan intinya terlihat di dalam satu negara — 7 Juli, 6–8 Agustus, dan akhir pekan pertama Juli, dan tak satu pun jatuh pada hari ketujuh bulan ketujuh Imlek.
七夕(たなばた)
- Tanggal setempat
- 7 Juli 2027
Tanabata Jepang sudah tidak berada di kalender lunar sama sekali. Pada November 1872 pemerintah Meiji mengumumkan peralihan ke kalender surya Gregorius, dan sejak 1873 kalender surya menggantikan kalender lunisolar. Nyaris tanpa masa persiapan: hari yang seharusnya 3 Desember 1872 langsung menjadi 1 Januari 1873, dan negeri itu sempat kacau. Tanabata ikut berpindah bersama kalendernya, sehingga sebagian besar Jepang kini merayakannya pada 7 Juli, sementara sejumlah daerah sekitar 7 Agustus. Isinya pun bercabang. Orang menuliskan harapan pada secarik kertas warna bernama tanzaku lalu menggantungnya di ranting bambu dan memintanya kepada bintang; legenda Altair dan Vega yang bertemu setahun sekali masih ada, tetapi baik kecekatan tangan maupun percintaan bukan temanya — harapannya sendirilah temanya. Secara kelembagaan pun ia tak berpijak: Pasal 2 Undang-Undang tentang Hari Libur Nasional 1948 memuat enam belas hari libur, dari Tahun Baru dan Hari Kedewasaan hingga Hari Syukur Kerja, dan Tanabata tidak termasuk. Di daerah yang merayakannya pada Agustus, waktunya berimpit dengan Obon, saat arwah leluhur disambut pulang, sehingga keduanya kerap digelar bersamaan.
仙台七夕まつり
- Tanggal setempat
- 6 Agustus 2027–8 Agustus 2027
Sendai justru memundurkannya sebulan. Festival Tanabata Sendai berlangsung setiap 6 sampai 8 Agustus — pada 2026 berarti Kamis tanggal 6 hingga Sabtu tanggal 8. Inilah tsukiokure, "mundur sebulan": alih-alih mengikuti 7 Juli Gregorius, kota itu mempertahankan posisi musim yang dulu dipegang bulan ketujuh Imlek. Pesta kembang api membuka rangkaian pada malam 5 Agustus; edisi 2026 adalah yang ke-57 dengan sekitar 16.000 letusan. Dari segi skala, bambu sepanjang lebih dari sepuluh meter ditegakkan mulai dari depan Stasiun Sendai hingga jalan-jalan pertokoan beratap di sekitarnya, lebih dari tiga ribu batang di seluruh kota; festival ini sejajar dengan Nebuta di Aomori dan Kantō di Akita sebagai tiga festival musim panas besar di wilayah Tōhoku. Secara sejarah ia berakar setelah Date Masamune (1567–1636) membangun Sendai pada awal abad ketujuh belas dan menyebarkannya, sehingga usianya lebih dari empat ratus tahun. Perang pernah memutusnya, dan kota mencatat edisi 2026 sebagai yang kedelapan puluh sejak kebangkitan pascaperang. Hiasannya punya perbendaharaan sendiri: selain tanzaku ada burung bangau lipat, kimono, pundi-pundi, dan untaian panjang menyerupai jala ikan atau keranjang anyaman, masing-masing bermakna — pundi-pundi untuk kekayaan dan kemakmuran, jala untuk tangkapan dan panen yang melimpah.
Apa tema ini?
Satu legenda tentang gadis penenun dan penggembala, satu tanggal pada hari ketujuh bulan ketujuh penanggalan lunisolar — dan tiga masyarakat yang membuat tiga perayaan berbeda darinya. Taiwan mempertahankannya pada tanggal lunar dan menumpuk dua hal pada hari yang sama: malam bagi pasangan, dan ritus kedewasaan di Tainan. Tiongkok mendaftarkannya sebagai warisan budaya takbenda nasional, tetapi tidak memasukkannya bahkan ke daftar hari yang secara tegas disebut tanpa libur. Jepang memindahkannya ke 7 Juli saat negara itu berganti kalender pada 1873, sedangkan Sendai menggesernya sebulan ke 6–8 Agustus. Halaman ini membandingkan letak hari itu dalam aturan, siapa yang libur, dan bagian mana dari kisahnya yang bertahan.
Sumber dan tanggal
- city.hiratsuka.kanagawa.jp ↗
- city.hiratsuka.kanagawa.jp ↗
- ndl.go.jp ↗
- www8.cao.go.jp ↗
- gov-online.go.jp ↗
- city.sendai.jp ↗
Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.