aeiou.now

topik: Uang jaminan sewa dan kekuasaan pemilik rumah: berapa bulan, dan seberapa mudah menghentikan sewa

Bagaimana aturannya di Jepang?

Topik keseharian

Jepang menumpuk beberapa kebiasaan uang di atas hukum. Pasal 622-2 KUH Perdata mewajibkan pemilik mengembalikan shikikin (uang jaminan) setelah sewa berakhir dan properti dikembalikan, dikurangi utang penyewa — tetapi reikin ("uang kunci", biasanya satu hingga dua bulan sewa, diberikan sekali sebagai hadiah kepada pemilik) sepenuhnya kebiasaan tanpa dasar hukum sama sekali, dan tidak dikembalikan; sebagian wilayah dan jenis properti bahkan tidak memungutnya. Biaya perpanjangan (koushinryo), juga kebiasaan bukan hukum, umum di wilayah Kanto. Karena makin sulit mencari penjamin pribadi, sebagian besar kontrak kini mewajibkan perusahaan penjamin sewa berbayar (hoshou gaisha) menggantikan penjamin perorangan. Pasal 28 Undang-Undang Sewa Tanah dan Bangunan mewajibkan "alasan yang sah" sebelum pemilik dapat menolak perpanjangan atau mengakhiri sewa — dinilai dari kebutuhan kedua pihak, riwayat sewa, dan kompensasi yang ditawarkan — sehingga penyewa dengan kontrak tetap biasa tidak begitu saja disuruh pergi saat kontrak berakhir. Sengketa terkait uang jaminan sebagian besar soal genjou kaifuku (pemulihan ke kondisi semula): Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata menerbitkan pedoman yang membedakan keausan wajar — yang harus ditanggung pemilik — dari kerusakan akibat kelalaian penyewa, yang bisa dipotong dari uang jaminan.

Apa tema ini?

Undang-Undang Pengembangan dan Pengelolaan Pasar Sewa Perumahan Taiwan membatasi uang jaminan maksimal dua bulan sewa (Pasal 7), dan Pasal 10 mencantumkan lima alasan pemilik dapat mengakhiri sewa lebih awal — empat di antaranya perlu pemberitahuan tertulis tiga puluh hari sebelumnya, sedangkan pengambilalihan untuk pembangunan ulang perlu tiga bulan.

Peraturan Sewa Perumahan Tiongkok (Peraturan Dewan Negara No. 812, berlaku sejak 15 September 2025) hanya mewajibkan besaran uang jaminan, waktu pengembalian, dan alasan pemotongan dicantumkan dalam kontrak — tanpa batas atas jumlahnya sama sekali.

Pasal 622-2 KUH Perdata Jepang mewajibkan pemilik mengembalikan shikikin (uang jaminan) setelah sewa berakhir dan properti dikembalikan, dikurangi utang penyewa; Jepang juga punya kebiasaan reikin — uang terima kasih untuk pemilik yang biasanya tidak dikembalikan dan tidak diatur atau dibatasi oleh undang-undang mana pun — sementara Pasal 28 Undang-Undang Sewa Tanah dan Bangunan mewajibkan "alasan yang sah" sebelum pemilik dapat menolak perpanjangan atau mengakhiri sewa, sehingga penyewa tidak bisa begitu saja disuruh pergi.

Amerika Serikat tidak punya aturan federal sama sekali — peran HUD terbatas pada anti-diskriminasi di bawah Fair Housing Act, dan batas uang jaminan ditetapkan oleh masing-masing negara bagian; Kode Sipil California §1950.5, setelah amendemen AB 12 yang berlaku Juli 2024, memangkas batas dari dua-tiga bulan menjadi satu bulan.

Model Tenancy Act 2021 India hanyalah undang-undang contoh untuk diadopsi negara bagian — mengusulkan batas dua bulan untuk hunian dan enam bulan untuk komersial — tetapi sebagian besar negara bagian masih memakai Rent Control Act lama mereka sendiri.

Hukum sewa Indonesia masih berpijak pada KUHPerdata peninggalan zaman Belanda (Pasal 1548 dan seterusnya); besaran uang jaminan sepenuhnya diserahkan pada kesepakatan, dan jika penyewa menolak pindah, pemilik tidak bisa mengusirnya sendiri — harus melalui proses pengadilan.

Undang-Undang Sewa Brasil membatasi caução maksimal tiga bulan sewa dan wajib disimpan di rekening tabungan (Pasal 38), sementara Pasal 46 memungkinkan pemilik mengambil kembali properti tanpa alasan setelah kontrak berdurasi tiga puluh bulan atau lebih berakhir.

Sumber dan tanggal

Tanggal mengikuti zona waktu, kalender, dan pengumuman resmi setempat. Periksa sumber jika tanggal diperkirakan atau berbeda menurut daerah.